Sabtu, 29 Mei 2010

Keledai Membaca


Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,”Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

“Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.”

Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?”

Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar.”

“Tapi,” tukas Timur Lenk tidak puas, “Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?”

Nasrudin menjawab, “Memang demikianlah cara keledai membaca: hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, kita disebut setolol keledai, bukan ?”

=======

dikutip dari buku Kisah Teladan

Siapa penemu peta dunia dan globe?

Foto pemandangan alam di atas... Pernahkah terbayangkan dibenak anda bahwa bukan hanya daerah tersebut namun seluruh dunia ini bisa diwakili hanya dalam selembar kertas dan sebuah bola?

Apakah anda mengetahui siapa kah Al Khawarizmi?

Dia adalah seorang ilmuwan muslim yang langka. Dunia ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai Bapak Algoritma. Al Khawarizmi adalah pencipta teori algorism, algoritma atau logaritma, yang hingga saat ini masih menjadi cabang ilmu matematika yang sangat penting.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa beliau adalah pencipta peta dunia dan globe. Pada saat raja Irak menyatakan keinginannya membuat peta dunia, rakyat menganggapnya sebagai lelucon. "Mana mungkin dunia yang luas ini bisa diwakili hanya oleh gambar dalam selembar kertas dan sebuah bola?"

Tapi sebagai ilmuwan, Al Khawarizmi tidak menganggap itu mustahil. Beliau menyanggupi keinginan raja. Para ilmuwan lain mengejek dan menantangnya, "Coba aja jika kamu bisa!"

Ternyata Al Khawarizmi bisa. Meski harus berjuang keras, berpikir, bekerja, sekaligus harus menutup telinga dari cemooh kawan2nya, ia berhasil membuat peta dunia dan bola dunia. Raja sangat senang dan menyebut Al Khawarizmi sebagai ilmuwan besar.

=======
Teman, jangan takut jika anda akan memulai sesuatu yang baru. Jangan takut bermimpi. Bermimpi saja tidak berani, apalagi mewujudkannya. Namun jangan terjebak akan mimpi tersebut. Berjuanglah mewujudkan mimpi, jadikanlah ia kenyataan. Mulai dari berpikir sesederhana mungkin sampai belajar, berjuang, berdoa sekuat tenaga dan serahkan hasilnya kepada Allah. Salam...